Apa itu Kurikulum?
Ada dua hal utama yang ada pada kurikulum yang perlu digarisbawahi:
- Kompetensi apa yang akan dimiliki murid sebagai proyeksi masa depan
- Bagaimana cara mewujudkan/ mencapai kompetensi murid itu.
HAKIKAT PENDIDIKAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar murid secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki potensi spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan.
A. Peran dan Fungsi Kurikulum
Peran kurikulum yaitu sebagai pedoman dan acuan kita dalam pembelajaran.
Ada tiga peranan kurikulum yang dapat kita maknai :
- Mewariskan nilai dan budaya masyarakat yang relevan dengan masa kini
- Mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan masa depan
- Menilai dan memilih sesuatu yang relevan sebagai kontrol sosial
Sementara fungsi kurikulum bagi guru, adalah untuk memandu dalam proses belajar murid.
B. Alasan perubahan kurikulum
Dari materi sebelumnya, kita mempelajari bahwa “Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya”.
Kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid, demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka, kini dan di masa depan.
Mengutip pernyataan Ki Hajar Dewantara
“Memberi ilmu demi kecakapan hidup anak dalam usaha mempersiapkannya untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti seluas-luasnya.”
“Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat.”
Ketika kita merancang kurikulum, kita harus menempatkan kebutuhan, pendapat, pengalaman, hasil belajar, serta kepentingan murid sebagai rujukan utama. Sejatinya, kurikulum dirancang untuk murid.
Agar dapat mewujudkan seluruh kompetensi yang diharapkan dari kurikulum, semua pihak harus berusaha secara kolaboratif. Misalnya :
- Guru harus terus belajar memfasilitasi pembelajaran yang sesuai,
- Orang tua harus terus memahami perkembangan murid dan kebutuhanya.
- Begitu juga dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan semua yang bergerak di bidang pendidikan juga harus terus mengikuti perkembangan kebutuhan murid.
C. Mengapa kurikulum perlu diadaptasi?
Perbedaan lingkungan dan ekosistem sekolah, ditambah pula dengan perubahan yang terus terjadi di sekitar kita. Hal-hal ini merupakan sebagian alasan mengapa kurikulum yang kita terima dari pemerintah pusat harus melalui proses adaptasi terlebih dahulu.
Bentuk adaptasi kurikulum sesuai dengan kebutuhan murid-murid kita di sekolah dapat diterjemahkan dalam Kurikulum Satuan Pendidikan. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan adalah dokumen hidup, yang dapat sewaktu waktu disesuaikan dengan kebutuhan murid setelah proses refleksi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan.
D. Struktur Kurikulum Merdeka
Pembelajaran dengan Paradigma Baru merupakan upaya menumbuhkan pemelajar sepanjang hayat yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Proses pembelajaran dengan paradigma baru dilaksanakan melalui Kurikulum Merdeka yang memuat:
- Program intrakurikuler,
- Program ekstrakurikuler, dan
- Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
- Program Intrakurikuler
Intrakurikuler berisi muatan atau mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya seperti muatan lokal, jika memang ada di satuan pendidikannya. Kegiatan pembelajaran di dalam kelas diharapkan dapat mengembangkan kompetensi murid sesuai dengan capaian pembelajaran pada fasenya.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk membantu murid mencapai kompetensi yang diharapkan. Rancanglah kegiatan yang menarik, membangun rasa ingin tahu murid dan dihubungkan dengan kehidupan atau lingkungan sekitarnya sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna.
Selanjutnya, pada jenjang SD, mata pelajaran IPA dan IPS dilebur menjadi IPAS. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa anak usia SD masih dalam tahap berpikir konkrit/sederhana, holistik, komprehensif dan tidak detail. Meskipun IPAS belum diajarkan secara spesifik di fase A, tapi bukan berarti mereka tidak belajar IPA dan IPS. Pada fase A, muatan pelajaran IPAS terintegrasi pada mata pelajaran lain.
2. Program Ekstrakurikuler:
Untuk kegiatan ekstrakurikuler, kegiatannya tetap diadakan pada pembelajaran dengan kurikulum merdeka. Pelaksanaannya dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kapasitas dan minat karakteristik murid.
3. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila:
Program ini merupakan pembelajaran berbasis projek yang ditujukan sebagai penguatan profil pelajar pancasila melalui tema yang telah ditetapkan :
1) Gaya Hidup Berkelanjutan
2) Kearifan Lokal
3) Bhinneka Tunggal Ika
4) Bangunlah Jiwa dan Raganya
5) Suara Demokrasi
6) Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI
7) Kewirausahaan
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mempunyai alokasi waktu sendiri dan tidak terikat dengan mata pelajaran apapun. Asesmen yang dilakukan pun berfokus pada dimensi Profil Pelajar Pancasila.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan pembelajaran yang kontekstual, mengasah kemampuan berpikir, dan pemecahan masalah kepada murid. Murid pun juga belajar mengaplikasikan ilmu lintas disiplin pada program ini.
Apa sebenarnya peran kurikulum dalam proses pembelajaran?
Sebagai panduan dan acuan untuk proses pembelajaran, antara lain :
1. Apa tujuan belajar murid, kompetensi apa yang ingin dicapai sebagai pemenuhan kebutuhan murid masa kini dan proyeksi masa depannya
2. Bagaimana cara mencapai kompetensi tersebut ?
3. Apa saja prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam proses pembelajaran? (panduan pedagogik/pembelajaran)
4. Apa saja prinsip-prinsip asesmen yang perlu diimplementasikan saat pembelajaran berlangsung.
Ketika kurikulum berubah, apa saja implikasi yang mengikutinya?
- Arah perubahan struktur kurikulum beserta komponennya
- Apa yang menjadi tujuan pembelajarannya
- kompetensi dan value apa yang akan dikembangkan sebagai tujuan dari pembelajaran
- Bagaimana cara/prinsip pembelajaran yang perlu dilakukan
- Bagaimana cara/prinsip asesmen yang perlu dilakukan
- Bagaimana cara melakukan adaptasi kurikulum untuk satuan pendidikan masing-masing yang kontekstual dengan satuan pendidikan dan kebutuhan muridnya
Bagaimana peran Orang Tua dalam mensukseskan pembelajaran ?
1. Bersikap Terbuka
Menerima perubahan dengan mengambil sisi positif Kurikulum Merdeka Belajar dengan tetap berusaha mempelajari dan memahami.
2. Menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik
Membiasakan budaya keluarga dan budaya sekolah kepada putra-putrinya.
Seperti :
- Mengucapkan salam, berdoa, beribadah, jujur, disiplin, menghargai, dll.
- Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk bersosialisasi sehingga akan terbentuk pribadi yang berimpati, kerjasama, berbagi, dll
3. Berwawasan Kebangsaan yang Ber-Bhineka Tunggal Ika
Sebagai warga negara yang baik, kita juga harus bisa menerima perbedaan-perbedaan yang ada di sekitar kita. Kompetisi di zaman sekarang tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di kancah internasional. Jangan sampai generasi kita lebih banyak menyibukkan diri dengan perselisihan-perselisihan hanya karena perbedaan. Inilah pentingnya wawasan kebangsaan yang berbhineka tunggal ika dari orang tua, agar bisa ditanamkan kepada anak-anaknya.
4. Melek Teknologi
Sumber informasi dan pengetahuan bisa ditemukan di mana pun dan kapan pun. Produk-produk yang dikerjakan dan dihasilkan anak dalam proses belajar tidak hanya berwujud benda nyata atau “hard-copy”, namun juga bisa berwujud “soft-copy” yang bisa dibuat dan di simpan menggunakan perangkat komunikasi. Orang tua perlu menambah wawasan dalam berteknologi, agar bisa mendukung program pemerintah dalam men-sukseskan Kurikulum Merdeka Belajar, yang mana banyak memanfaatkan perangkat teknologi.
5. Pentingnya Pendampingan
Walau pun Kurikulum ini bernama “Kurikulum Merdeka Belajar”, namun tentu saja anak-anak harus tetap patuh pada norma, hukum, dan aturan yang ada. Maka pendampingan orang tua sangat diperlukan, agar bisa membimbing, menasihati, dan membantu memberi solusi. Apalagi anak-anak akan sangat akrab dengan perangkat teknologi yang sangat rentan dengan pengaruh-pengaruh negatif.
6. Komunikasi dengan Pihak Sekolah
Kurikulum Merdeka Belajar adalah sesuatu yang baru. Tentu saja seorang guru juga membutuhkan waktu untuk benar-benar bisa menerapkan kurikulum ini.
Guru tidak hanya membutuhkan pelatihan dan seminar namun yang tidak kalah penting adalah mengaplikasikan hasil pelatihan dan seminar yang pernah diikuti kepada anak didiknya. Evaluasi dan diskusi antara guru dan orang tua sangat dibutuhkan, agar Kurikulum Merdeka Belajar ini benar-benar bisa diterapkan dengan baik, dan bisa menunjukkan perkembangan kognitif, karakter, dan ketrampilan anak yang optimal. Jangan ragu pula untuk mengadakan seminar bersama orang tua tentang aplikasi Kurikulum Merdeka Belajar, agar ada kesinambungan pengetahuan antara pihak sekolah dan orang tua demi kesuksesan kurikulum ini bagi perkembangan anak didik.

